Apakah Anda termasuk orang yang punya banyak pakaian tapi merasa tidak tahu harus bergaya apa? Bila iya, tampaknya Anda harus mengubah cara pandang terhadap cara berbusana.
Tinggalkan kebiasaan membeli banyak busana lalu hanya menumpuknya dalam lemari. Sebaliknya, belilah pakaian bergaya klasik yang bisa dipadupadankan, bahkan membuat Anda mampu berpenampilan modern. Penasaran? Simak tipnya di bawah ini:
Koleksilah busana klasik yang terbuat dari bahan berkualitas. Bahan tersebut bersifat tahan lama dan tidak mudah rusak sehingga berusia lebih panjang. Misalnya saja saat memilih kemeja. Pilih bahan ringan seperti wol gabardine, sutra, katun, linen, cashmere, dan texture microfiber yang tidak mudah kusut dan tahan terhadap cuaca.
Kedua, pilihlah yang berukuran pas atau sedikit longgar untuk mengantisipasi ukuran tubuh yang bertambah. Ada baiknya memilih yang stretch sehingga bisa mengakomodasi perubahan bentuk tubuh.
Ketiga, perhatikan masalah warna. Palet natural, seperti halnya cokelat, beige, dan ivory bisa menjadi pilihan selain warna hitam dan putih yang berkesan everlasting. Waspadai juga detainya. Lebih baik memilih yang sederhana agar tidak mudah tergerus mode. Sebaliknya, busana dengan banyak detail lebih bersifat musiman meski bercitra glamor dan mewah.
Untuk menyiasati minimnya detail, Anda bisa menggunakan aksesori tambahan layaknya kalung, korsase, ikat pinggang tipis, bros, scarf, ataupun syal. Resep padu padan juga bisa Anda terapkan dalam kasus ini. Bila memiliki terusan hitam sederhana alias little black dress, siasati penampilan dengan menambahkan bolero cerah di satu kesempatan dan melengkapinya dengan stola dan sarung tangan panjang di acara lain.
Busana klasik lain yang wajib dimiliki adalah setelan three pieces bergaya formal, celana palazzo dalam palet natural, kemeja putih, jaket jeans, sweter rajut, twin set cahsmere, tunik, serta gaun malam formal untuk acara resmi.
Kamis, 07 Mei 2009
Diposting oleh wijanarko di 08.58 0 komentar
Label: Life Style
Jumat, 03 April 2009
Di antara puluhan stan yang berada di area Urbanfest'08, yang paling tak pernah sepi dikunjungi yakni venue paling ujung dekat main stage yang memajang puluhan sepeda low rider hasil modifikasi.
Sepeda low rider yang dipajang tersebut hampir semuanya unik. Bila dilihat dari bentuknya yang paling klasik hingga yang modern dengan ornamen sound system dan audio video, semuanya lengkap ada di stand. Keunikan bentuk dan struktur frame, jok dan stang menjadi penilaian dalam Urbanfest Lowrider Contest'08.
Menurut juara pertama Best of The Best kontes tersebut Dicky, sepedanya terpilih karena pengerjaannya detil dengan lapisan emas 24 karat di frame, jeruji ban dan stang. "Sepeda ini selesai proses pengerjaan sekitar tiga bulan. Kendalanya hampir tidak ada, hanya sulit mencari tempat yang bisa mengerjakan proses gold plated," ujar pria asal Bandung tersebut.
Keunikan lainnya, di belakang jok terdapat satu set CD Player untuk peralatan disk jockey (DJ). "Saya biasa pakai ini untuk DJ di acara-acara komunitas. Asik pokoknya, dari sesuatu yang sederhana, kita bisa tetep fun," tutur Dicky.
Diposting oleh wijanarko di 08.48 0 komentar
Label: Life Style
Selasa, 10 Maret 2009
“Saya kira untuk trend di Asia tidak terlalu banyak bergeser, karena hanya punya dua musim, berbeda dengan Eropa yang memiliki empat musim. Bisa dibilang, hingga 2009 nanti, trendnya tidak terlalu banyak perbedaan,” ujar desainer kelahiran Semarang ini.
Menurutnya, trend saat ini hingga tahun depan masih akan didominasi busana-busana model h-line dan bervolume seperti blouse dan gaun model balon, namun dengan modifikasi yang lebih ramping. “Jika di awal tahun model balonnya sangat menggelembung, pertengahan hingga tahun depan, balonnya sedikit mengempis,” tutur Widhi sembari melepas canda pada wartawan.
Sedangkan untuk warna, permainan warna-warna cerah dan berani masih banyak digemari, begitu juga dengan detail bebatuan yang etnik.
Meskipun terdapat kecenderungan trend, desainer yang pernah mewakili Indonesia dalam ajang penghargaan desainer muda di Istanbul, Turki ini mengatakan, para desainer Indonesia tidak terlalu menentukan patokan dalam merancang busana.
Menurutnya, masing-masing desainer memiliki ciri tersendiri. Rancangannya sangat universal dan tidak terbatas, orang harus memakai busana seperti apa.
Selain itu, Widhi menuturkan, Indonesia memiliki banyak desainer yang berpotensi dan siap bersaing dengan desainer luar negeri. “Desainer dalam negeri masih lebih bagus dibandingkan luar negeri, dan saya bangga akan hal itu,” ungkapnya seraya menutup pembicaraan.
Read More......Diposting oleh wijanarko di 11.03 0 komentar
Label: Life Style

