Tampilkan postingan dengan label Social. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2009

Jamaah Ahmadiyah Tetap Kondusif

Kontroversi keberadaan Ahmadiyah di wilayah kota besar lainnya, tidak merambat ke Kota Kretek. Jamaah Ahmadiyah Islamiyah (JAI) tetap kondusif, seiring adanya pemberlakuan pembekuan organisasi tersebut.

Sejauh ini, aparat kepolisian terus melakukan pemantauan. Sedangkan pengerahan petugas ke lokasi JAI belum menjadi agenda. "Belum sampai ke sana, tapi tetap kami pantau," ujar Kapolres Kudus AKBP Bayu Wisnumukti, kemarin.

Bayu berharap, masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai. Begitu juga dengan JAI, harus menempatkan diri sebagai satu bagian dari masyarakat setempat. Hal ini penting untuk membuat suasana kondusif di lingkungan Kabupaten Kudus tetap terjaga.

Dikatakannya, sejauh ini pihaknya memang akan memantau situasi saja. Saat ditanya, kapan kunjungan ke JAI, ia pun hanya tersenyum simpul. "Belumlah kalau agenda ke sana," paparnya.

Keberadaan JAI di wilayah Kudus, pernah dikunjungi Radar Kudus setahun lalu. Di mana, tidak ada aktivitas mencolok dari pendukungnya. Dan kisaran penganutnya pun mencapai sekitar puluhan orang yang kebanyakan warga asli Desa Colo, Kecamatan Dawe.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Kantor Kesbangpollinmas Ali Rifai, Kamis (5/3) lalu. Di mana, kisruh JAI semoga tidak merambah ke wilayah Kudus. "Dan kami meminta kondisi yang kondusif seperti ini jangan sampai terprovokasi," tambahnya.

Karena selama pemantauan keberadaan JAI, masih diterima masyarakat sekitar. Kehidupan yang saling toleransi itulah harus disadari kedua belah pihak. Termasuk membebaskan aktivitas peribadatan mereka, sembari menunggu keputusan dari pemegang kebijakan. "Dibubarkan atau tidaknya organisasi, yang terpenting marilah saling menghargai dulu. Sejauh ini aman-aman saja," jelasnya.

Demi menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah ini, pihaknya meminta seluruh organisasi masyarakat (ormas) dan LSM, supaya lekas mendaftarkan diri. Dan selama pantauannya dalam setahun ini diakuinya mengalami peningkatan. Dilihat dari beberapa ormas yang baru namun belum terdata.

Read More......

[+/-] Selengkapnya...

Imbas Krisis Global, 39.700 Pekerja Ter-PHK

Imbas krisis finansial global benar-benar memukul sektor tenaga kerja. Sejak krisis memuncak, sekitar Oktober 2008, hingga Februari tahun ini jumlah pekerja ter-PHK telah mencapai 39.700 orang. Angka ini minimal sebab itu berdasar jumlah yang dilaporkan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"Sektor yang terbanyak melakukan PHK adalah manufaktur, perkayuan dan elektronik. Sementara untuk daerahnya yang terbanyak di Jawa Barat," terangnya.

Sedangkan untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Erman mengaku sampai saat ini tidak terjadi PHK dalam jumlah besar. Sampai akhir Februari pemulangan TKI ke Indonesia sebanyak 11 ribu. Jumlah itu menurut dia, seperti yang biasa terjadi selama ini. Untuk menekan tingkat pengangguran di tengah krisis ekonomi, Depnakertrans mendapat alokasi anggaran stimulus fiskal sebesar Rp 300 miliar.

"Dana ini akan digunakan untuk pelatihan tenaga kerja dalam bentuk balai latihan kerja (BLK)," tambahnya.

Pemerintah, kata Erman, akan melakukan pelatihan untuk menambah kompetensi masyarakat dan juga menciptakan banyak wirausaha. Dengan anggaran Rp 300 miliar itu diharapkan akan bisa melatih sekitar 600 ribu orang. Untuk itu, Depnakertrans akan mendirikan BLK di 33 provinsi dan 200 kabupaten. Ditengah kondisi yang tidak kondusif sekarang ini pemerintah telah memberikan insentif PPh 21 bagi para pekerja. "Itu akan sangat membantu," jelasnya.

Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian, Sri Mulyani mengakui paket stimulus infrastruktur sebesar Rp 12,2 triliun yang cair pada 18 Maret 2009 baru akan terealisasi pada Mei 2009.

"Kalau kita lihat kegiatan fisik itu baru kelihatan 1 hingga 2 bulan, jadi kalau Maret 2009 selesai semuanya, sekitar Mei-Juni kita sudah bisa lihat baik dari sisi kegiatan fisik atau dari penyerapan tenaga kerjanya," ujar Ani -panggilan Sri Mulayni, di kantornya kemarin.

Saat ini seluruh Kementerian/Lembaga diminta untuk menyampaikan dokumen proyek dengan batas 18 Maret nanti, sehingga proyek tersebut bisa segera dilaksanakan aktivitas fisiknya.

Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menegaskan bahwa Kementerian/Lembaga (K/L) yang mendapatkan jatah stimulus fiskal infrastruktur harus dapat menyerap penuh dana tersebut. Jika tidak maka akan ada sanksi pemotongan anggaran yang diberikan. "Proyek-proyek stimulus ini merupakan sinergi dari RKP 2009, jadi harusnya bisa dilaksanakan," ungkapnya.

Dengan begitu, K/L serta daerah yang mendapatkan penyaluran anggaran stimulus ini mau tidak mau harus siap melaksanakan proyeknya dalam waktu kurang dari satu tahun. Anggaran stimulus infrastruktur Rp 12,2 triliun ini diyakini Paskah bisa menyerap tenaga kerja sebanyak tiga juta orang. "Nanti tiap bulan akan kami sampaikan perkembangannya kepada Presiden, "lanjutnya.

Read More......

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 04 Maret 2009

Drum Band RA Banat Raih Juara Umum

Kabar gembira datang dari grup drum band anak-anak RA NU Banat Kudus, karena kembali meraih juara umum tingkat jawa tengah lomba drum band. Tak heran, jika senyum merekah di wajah-wajah anak-anak itu nampak sumringah.

Kali ini, drum band RA NU Banat Kudus, menjadi juara umum pada lomba Festival Drum band Terbuka ke-9 se Jawa Tengah, di GOR Jatidiri Semarang, Minggu (1/3) lalu. Menurut kepada RA NU Banat Kudus, Wardati mengatakan, juara umum drum band kali ini, adalah yang ketiga kalinya.

Setelah predikat juara umum diraih pada lomba drum band Child Contest se-Jawa Tengah di Semarang, pada tahun 2005, 2006, dan 2007. Hebohnya lagi, RA NU Banat Kudus menjadi juara pada 8 kategori, untuk juara pertamanya, terjadi di empat kategori.

Empat kategoru tersebut, Solo Percussion, Drum Mayor (Mayoret), General Effect, dan Colour Guard. "Sedangkan empat kategoti lainnya, yakni Field Commander, Display Showmanship, Marching Manuver, dan Music Analysis Percussion, menjadi juara kedua," ungkapnya.

Perlu dibanggakan imbuhnya, karena kejuaraan ini hasil kerja keras dan kerjasama dari semua pihak. Baik dari pelatih, pemain, yayasan, guru pembimbing, wali murid, dan pihak-pihak lainnya.

Ke depannya, pihak RA NU Banat Kudus berharap agar keberhasilan ini dapat dijadikan motivasi, untuk meraih sukses. Serta, nantinya dapat mengharumkan nama kota Kudus di tingkat provinsi.

"Dengan keberhasilan tersebut, kami sangat mengharapkan, untuk semua pihak bisa lebih memberikan semangat lagi, agar dapat memotivasi drum band anak-anak kami. Agar kesuksesan dapat selalu diraih," ujarnya.

Read More......

[+/-] Selengkapnya...

Warga NU Jangan Golput

KUDUS - Ketua PWNU Jawa Tengah (Jateng), M Adnan, mengimbau kepada warganya untuk tidak golput pada Pemilu 2009 ini.

Menurut Adnan, imbauan agar tetap memilih itu, dikarenakan prinsip yang selama ini diterapkan NU. "Bahwa memilih pemimpin itu hukumnya wajib," tegasnya.

Termasuk juga jika misalnya warga NU tidak menemukan calon anggota legislatif (caleg) yang dianggap baik. "Saya pikir tidak ada caleg yang sempurna. Sampai kapanpun, tidak ada caleg yang seperti malaikat. Yang penting caleg tersebut punya visi misi yang bagus dan riil," ujarnya.

Begitu juga saat disinggung adanya warga NU yang ikut pada salah satu partai, menurut Adnan, itu adalah pilihan. "Dan untuk menentukan pilihan pada pemilu nanti, masyarakat tidak harus menjadi anggota partai," jelasnya.

Tentang banyaknya partai yang mengklaim diri sebagai partainya NU, Adnan mengingatkan jika saat ini sudah tidak pada waktunya lagi untuk saling klaim. "Masyarakat sekarang lebih suka menunggu dalil sosial dari para caleg. Apa yang akan disampaikan para caleg dalam menyongsong pemilu, itu sebenarnya yang lebih ditunggu masyarakat," terangnya.

Ditambahkan Adnan, percuma saja jika sekarang masih ada partai yang mengklaim diri sebagai partainya warga NU atau yang lain. Apalagi sampai menggunakan dalil-dalil tertentu. Hal itu sudah tidak lagi pada jamannya.

"Saya malah khawatir kalau partai terlalu banyak menggunakan dalil, tidak ada masyarakat yang memilihnya.Yang realistis sajalah, masyarakat sekarang kan sudah pada cerdas," ujarnya.

Read More......

[+/-] Selengkapnya...

Spinning myspace comments
Pink Hearts myspace comments
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

My Groups On Yahoo


Powered By Blogger

my zodiac

zodiac myspace comments

Click In The Box