Rabu, 04 Maret 2009

Naga Bonar Jadi Presiden ?


Anda sekalian barang kali sudah menonton Nagabonar atau Nagabonar (Jadi) 2. Nah, sebentar lagi akan beredar lakon lain berjudul “Nagabonar Jadi Presiden?”. Anda pasti menyangka ini fiksi di layar perak atau layar kaca. Salah besar!

Megawati capres lumrah. Yudhoyono capres tentu saja. Sri Sultan capres sedikit luar biasa. Kalla capres kenapa tidak? Deretkan lagi yang lain termasuk calon perseorangan—yang sudah digagalkan Mahkamah Konstitusi—seperti Ratna Sarumpaet, Fajroel Rachman atau Bugiakso (cucu Jenderal Besar Soedirman). Langkah mereka menerbitkan nuansa yang menghangatkan politik nasional.

Bagaimana halnya jika tokoh jenderal pencopet dari Lubuk Pakam [Deddy Mizwar] mencalonkan diri sebagai capres? Ah…ini bercanda, tak serius atau parodi yang disengaja untuk mengolok-olok politisi yang kini kian riuh-rendah memasang-masangkan tokoh satu dengan tokoh lain. Jelang Pemilu Legislatif, parpol kini saling mengintip, menjajaki kemungkinan berkongsi. Soal kepastian siapa yang jadi capres sesungguhnya, tentu saja “kenduri demokrasi” 9 April 2009 yang akan memastikannya.

Dalam formasi yang dirancang sejumlah parpol yang meraup suara signifikan pada Pemilu 2004. Kira-kira begini blok politik yang mungkin terbentuk. Blok Yudhoyono [Demokrat], Blok Megawati [PDIP], Blok Kalla [Golkar] dan satu lagi, Blok Alternatif. Yang terakhir ini posisi capresnya bisa diisi Hidayat Nur Wahid [PKS], Sri Sultan Hamengku Buwono X [Golkar], Wiranto [Partai Hanura], Prabowo Subianto [Partai Gerindra], Rizal Ramli [PBR] atau Sutiyoso. Yang hampir pasti tak tergoyah Blok Yudhoyono dan Blok Megawati. Keduanya tak mungkin rela turun derajat, sekadar jadi orang kedua.

Jenderal Naga? Wow…jika ia serius, Deddy Mizwar (aktor yang belum ada tandingannya) akan menguatkan tren berkecimpungnya para pesohor dunia hiburan ke dunia politik. Sudah dimaklum, tahun ini makin banyak saja kalangan “pesolek” [baca: aktris] yang terjun ke pentas pilkada dan mengadu peruntungan di Pemilu Legislatif. Aktor langganan Piala Citra ini harus diberi catatan tebal, sebab ikhtiarnya akan menjadi capres adalah langkah tak biasa dalam konteks politik Indonesia.

Konon pencapresan Jenderal Naga didukung sembilan parpol. Mereka sudah (atau masih akan?) mensosialisasikan nama yang kini makin relijius ini ke-33 provinsi di tanah air. Sudah tentu parpol itu bukan kendaraan politik yang mapan. Pendukung Jenderal Naga adalah parpol baru dan disangsikan bisa menangguk suara signifikan pada pemilu nanti.

Jenderal Naga tahu bahwa untuk mendaftar jadi capres syaratnya tak semudah membagi-bagikan jabatan saat ia memimpin pasukannya di Lubuk Pakam melawan Belanda. Tak juga lebih gampang dari menaklukkan Kirana, perempuan pujaannya yang memberinya putra tunggal, Bonaga.

“Apa kata dunia jika pencapresan Jenderal Naga tak didukung rakyat?”. “Abang (Nagabonar) tahu lah untuk mendaftar jadi capres harus mengumpulkan 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasinal kan?”. “Memang mesin politik Abang bisa mengumpulkan syarat itu? Ayolah Bang…jangan menggampangkan persoalan.” Mungkin kalimat ini yang akan keluar dari mulut Bujang untuk menawar Naga.

Deddy Mizwar akan memberi jawaban ihwal pencapresan ini pada acara “Refleksi Dua Jenderal” pada 27 Februari mendatang, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Mungkin saja, Nagabonar tak bisa dicegah lagi. Atau masih ada waktu untuk menarik diri. Seandainya Bujang masih hidup, ia pasti mencegah Nagabonar melakukan pekerjaan yang sia-sia itu.

Sadarlah Jenderal Naga, politik Indonesia tak lebih baik dari pelosok Lubuk Pakam yang rimbun dan sejuk. Kau Jenderal sesungguhnya di dunia sinema Indonesia, tak pantas turun derajat di gelanggang politik. Bahkan atas nama rakyat yang kerap sekali diklaim oleh para politisi.

Kau abadi justru jika kau tetap duduk di kursimu saat ini! “Biarlah masalah presiden-presidenan ini diurus mereka, kendatipun banyak sekali rakyat yang ingin Nusantara ini dipimpin tokoh yang bukan itu-itu saja,” begitu Bang Naga. “Tapi, Abang jangan marah jika aku sok menasihati Abang,” kalimat Bujang terputus bersama ingatan Jenderal Nagabonar yang telah kembali.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Komentar

Spinning myspace comments
Pink Hearts myspace comments
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

My Groups On Yahoo


Powered By Blogger

my zodiac

zodiac myspace comments

Click In The Box